15 December 2015

Tempat Pariwisata Alam, Kakadu Australia

Kakadu merupakan tempat pariwisata alam yang bagus untuk di kunjungi. Dengan luas mencapai dua puluh ribu kilometer persegi, merupakan rumah bagi 10.000 buaya atau sepersepuluh  keseluruhan populasinya di Northern Territory. Binatang purba ini panjangnya bisa mendekati hampir 7 meter. Floodplain, daerah tepi sungai yang kering saat musim panas dan terendam di musim hujan, dan aliran sungai sebagai habitatnya.

Kakudu Australia


Sejak larangan perburuan di berlakukan pada 1970-an, populasi buaya di kawasan ini membengkak. Salah satu cara untuk menyaksikannya dengan aman adalah dengan mengambil tour Yellow Water Cruise. Beroperasi hingga enam kali sehari pada musim ramai.

Kapal mulai bergerak pukul 06.45 dari dermaga Gagudju Lodge Cooinda. Walau pemandau tidak memberi garansi akan kemunculannya saat tur berlangsung, dengan kepadatan populasi yang ekstra di tempat ini, tujuh buaya tiap kilometer persegi, kemungkinannya menjadi lebih besar.

Anda akan dibawa menyusuri jalur perahu melalui pucuk-pucuk pohon yang terendam akibat tingginya curah hujan di musim hujan saat itu. Padahal saat musim panas jalur ini merupakan rute trekking. Ditemani cahaya matahari pagi yang mulai keluar, tur berlangsung selama dua jam menyusuri floodplain dan South Aligator River. Selain buaya, Kakadu juga menjadi rumah bagi 280 jenis burung atau sekitar sepertiga spesies burung di Australia. Elang laut perut putih, pekakak, hingga comb crested jacana (burung mungil berkaki panjang yang bisa meloncat-loncat di atas daun teratai) adalah pemandangan jamak saat tour. Dua ekor buaya yang berhasil ditemukan menjadi bonus tanpa garansi dari pemandu.

Tour lebih komersial yang memberi garansi pertemuan dengan buaya, bahkan atraksi buaya melompat banyak ditawarkan di sekitar Adelaide River, di luar kawasan taman nasional. Jika masih penasaran, ikuti salah satu tur dan telusuri sungai di atas kapal.

Saat buaya di temukan, kru kapal akan mengumpankan daging segar di ujung kayu dan mencelupkannya berkali-kali ke dalam sungai. Godaan umpat tersebut lah yang kemudian membuat reptil sungai raksasa tersebut melompat keluar kepermukaan.

Demikian tulisan tentang destinasi wisata alam di Kakudu Australia, semoga dapat memberikan wawasan bagi Anda. Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami, jangan lupa untuk membagikan tulisan ini kepada teman, kerabat, rekan dan saudara-saudara Anda.

13 December 2015

Tangkahan Tempat Pariwisata Alam di Sumatra Utara

Tempat Pariwisata Tangkahan terletak sekitar seratus kilometer dari Medan, tepatnya di kabupaten Langkat. Perjalanan menuju Tangkahan sudah menjadi bagian petualangan itu sendiri. Melalui hutan sawit, jalan berlubang, serta aliran sungai dari atas jembatan-jembatan yang sudah tua. Anda baru bisa bernapas lega setelah sampai di bangunan Visitor Center yang terbuat dari bambu. Dikelola bersama oleh masyarakat setempat di bawah Community Tour Operation Tangkahan, beberapa paket wisata ditawarkan, mulai dari trekking, tubbing, kamping, susur gua, hingga safari gajah.

Tangkahan tempat pariwisata alam


Hutan hijau sungai berair jernih, serta riuh suara satwa liar menjadi pemandangan jamak di sini. Siapa sangka jika dahulu, Tangkahan adalah rumah bagi para pembalak hutan. Untunglah kesadaran lingkungan yang ditularkan oleh para aktivis LSM menggugah generasi muda tempat ini untuk memulai proyek ekowisata berbasis komunitas sejak 2001.

Perahu bambu menjadi moda transportasi untuk menyeberangi sungai Batang Serangan yang mengaliri kawasan ini. Di seberang sungai, penginapan-penginapan sederhana bergaya bungalo disediakan untuk wisatawan yang ingin bermalam. Segarnya air sungai Buluh, sungai anak Batang Serangan yang jernih dan segar bisa langsung dicoba untuk berenang atau mandi karena arus nya tenang. Ada pula sumber air panas dan air terjun yang bisa disambangi.

Tangkahan tempat pariwisata alam

Trekking masuk ke hutan biasanya dilakukan di pagi hari. Rute perjalanan di sesuaikan menurut kemampuan. Selama perjalanan, pemandu yang menemani akan menjelaskan aneka tumbuhan yang bisa dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat lokal, baik untuk obat, maupun memasak. Riuh kicau burung, derit serangga, serta teriakan aneka jenis monyet dipastikan akan meramaikan suasana. Jika beruntung, Anda bahkan bisa berpapasan dengan babi hutan atau menyaksikan orang utan yang akan meninggalkan sarangnya.

Perjalanan kembali bisa dilakukan dengan ban bekas menyusuri aliran sungai atau tubbing. Ban dalam kendaraan dari karet ini dirakit dalam barisan dan digunakan ibarat perahu arum jeram. Tebing-tebing batu di sisi sungai, anak-anak desa yang bermain air, hingga gajah-gajah patroli  yang sedang dimandikan menjadi pemandangan menarik selama penyusuran sungai.

Tujuh ekor gajah asal Aceh yang digunakan untuk patroli setiap hari senin dan kamis, bisa di jadikan tunggangan untuk para wisatawan untuk bersafari masuk hutan. Bagaimana apakah Anda ingin mencoba wisata alam di Tangkahan? Bagi cerita dan pengalaman Anda di sini jika sudah melakukan kunjungan ke sana, jangan lupa.