Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

10 November 2015

Jurus Jitu Cegah Bullying Terhadap Anak

Cegah sifat bully pada anak dengan pengetahuan dan pendidikan yang tepat sejak dini. Masih jelas di ingatan kita kasus penganiayaan yang menimpa Renggo Khadafi, siswa SD 09 Makasar, Jakarta Timur pada pertengahan tahun lalu. Bocah berusia 11 tahun tersebut tewas setelah dipukuli kakak kelasnya. Masalahnya sepele, Renggo tanpa sadar menjatuhkan jajanan milik pelaku di sekolah. Walaupun sudah meminta maaf, Renggo tetap harus menerima hujan pukulan yang akhirnya berujung pada maut.

Tak lama setelah kasus Renggo, publik kembali digegerkan dengan kasus penganiayaan yang menimpa siswa kelas 1 SD Padang Makmur 02, Kalimantan tengah pada november tahun lalu. Sang bocah Dayan Ahmadi yang berusia 7 tahun sampai harus menderita kebutaan pada mata kanan karena dikeroyok oleh dua kakak kelasnya. Lagi-lagi pemicu hal tersebut karena masalah sepele. Dayan tidak mau memberikan bekal makanannya kepada kakak kelasnya tersebut.

jurus jitu cegah aksi bullying terhadap anak


Kasus Renggo dan Dayan merupakan salah satu potret bullying  yang terjadi di lingkungan sekolah, yang lebih memprihatinkan, kedua pelaku dari dua kasus tersebut masih duduk di bangku sekolah dasar. Sulit dipercaya memang, seorang bocah yang baru saja menginjak usia dini sudah mampu melakukan tindak kejahatan kepada sesamanya. Namun suka atau tidak, sifat bully bisa tumbuh pada anak yang tidak dibekali dengan pendidikan dan pola asuh yang tepat.

Peran Orang Tua

Aksi bullying atau penindasan terhadap yang lebih lemah memang bisa terjadi di mana saja. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, aksi ini semakin sering di jumpai di lingkungan sekolah dasar yang membuktikan bahwa sifat bully bisa muncul sejak usia dini. Sebagai orang tua, tentunya Anda tidak ingin sang buah hati menjadi korban maupun pelaku dari aksi ini.

Di sinilah peran orang tua sangat di butuhkan oleh anak, agar tidak tumbuh menjadi seseorang yang suka menindas orang lain. Ajeng mengatakan anak yang memiliki sifat bully biasanya memiliki orang tua yang tidak harmonis atau terlalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Pada akhirnya sang anak pun kurang mendapatkan perhatian yang dibutuhkan dari sosok orang tua.
jurus jitu cegah aksi bullying terhadap anak


Selain itu, bibit bully pada anak juga bisa muncul dari orang tua yang kerap kali bertengkar. Anak itu bisa disebut peniru jitu dari apa yang ia lihat. Dengan menyaksikan orang tua yang sering bertengkar, otomatis akan memberikan contoh kepada anak untuk melakukan hal yang sama, yakni suka berkelahi dan bermusuhan dengan orang lain.

Lebih dari itu, amnak akan menganngap pertengkaran sebagai hal yang biasa, bahkan cenderung menjadikannya sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah. Anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang pendendam, tidak memiliki rasa menghargai, dan nilai sopan santun.

Oleh karena itu, agar sifat bully tidak terus berkembang biak hingga akhirnya menjadikan sang anak sebagai seorang pelaku kriminal, sangat penting bagi orang tua, untuk menekankan buruknya aksi bullying sejak dini. Ajarkan juga kepada anak, untuk memiliki kesabaran hati, agar tidak menjadikan balas dendam sebagai solusi terhadap hal yang kurang disukai.

Pendidikan semacam ini harus terus diterapkan dan ditekankan bukan hanya dengan nasihat, tetapi juga teladan dari orang tua dan lingkungan sekitar.

Cegah sifat bully pada anak dengan menghindari hal-hal ini:

#Lalai mengontrol isi media yang mudah diakses oleh anak

Program televisi, video game, dan film kerap kali mengumbar aksi kekerasan. Hal ini bisa mem-pengaruhi pola pikir dan sifat anak jika mengkonsumsi isi media seperti itu secara terus menerus. Oleh karenanya, orang tua perlu terus mendampingi dan me-ngontrol isi media yang diberikan. batasi juga sang anak dalam menonton program TV, sesuaikan dengan umurnya.

jurus jitu cegah aksi bullying terhadap anak


#Pola asuh yang berlebihan

Hindari kebiasaan terlalu memanjakan dan memenuhi semua permintaan anak tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Kebiasaan seperti ini akan membuat anak tidak ter-kontrol dan menjadikannya pribadi yang tidak bertanggung jawab. Berikan pengertian bahwa ketika anak berbuat salah, selalu ada konsekuensi yang harus ditanggung.

#Sering bertengkar di depan anak

Dalam hubungan berkeluarga, perselisihan memang sulit dihindari. Namun terkadang orang tua tidak menyadari ketika sedang terbawa emosi, tanpa sengaja Anda mengumbar pertengkaran di depan anak. Padahal, anak dengan mudah akan mencontoh perilaku yang dilihatnya. Yang lebih buruk lagi, jika anak turut menjadi korban kekerasan orang tua. Perilaku semacam ini dapat memicu timbulnya sifat pendendam pada anak yang akhirnya disalurkan kepada teman di luar rumah dalam bentuk aksi bullying.

Demikian itu, cara mencegah aksi bullying pada anak, semoga bermanfaat, terutama untuk Anda para ibu yang tentunya lebih fokus mengurus anak. Bagikan artikel ini jika Anda menilai tulisan ini bermanfaat bagi orang banyak.

18 October 2015

Bagaimana Mengatasi Anak Tidak Mau Makan Saat Menginjak Usia 2 Tahun

Umumnya balita yang menginjak usia 2 tahun, susah makan, atau tidak mau makan. Kami memiliki tips agar anak anda doyan makan saat ia menginjak usia 2 tahun. Bagaimana caranya agar anak Anda doyan makan. Berikut adalah caranya.

cara mengatasi anak tidak mau makan
Ilustrasi anak sedang makan/ pixabay

1. Jangan terlalu sering memberikan susu



Mengurangi mengkonsumsi susu merupakan cara paling mudah untuk meningkatkan selera makan anak. Menurut pengalaman saya pribadi, anak yang terlalu sering minum susu selera makannya berkurang, bahkan cenderung tidak mau makan. Kenapa bisa seperti itu? Setelah saya konsultasi kepada bidan, ternyata susu baik Asi maupun susu formula memiliki kadar karbohidrat yang tinggi, sehingga si anak sudah kenyang dan tidak mau menyantap makanan yang kita berikan. Lantas bagaimana memberikan susu yang baik tanpa mengurangi nutrisi sang anak? Jika anda memberikan susu kepada anak 7 kali dalam sehari, kurangi menjadi 4 kali saja. Saat pagi hari, siang, sore dan malam.


2. Beri makanan yang gurih-gurih



Anak di usia sekitar 2 tahunan, umumnya menyukai makanan yang serba gurih. Bisa saja berupa gorengan dan lain sebagainya. Berikan si kecil makanan tersebut untuk menggugah selera makan anak, tanpa mengurangi nutrisi seperti sayuran dan buah. Untuk penggugah selera makan, memberikan makanan yang gurih tidak di salahkan oleh ahli kesehatan manapun, selagi masih dalam takaran yang wajar.


3. Biarkan si kecil makan sendiri



Cara meningkatkan selera makan anak berikutnya adalah dengan menyuruh si anak makan sendiri. Masih dalam pengalaman saya, si kecil lebih senang makan sendiri dari pada suapin. Ini terbukti, saat saya suapin ia kurang selera, tetapi keadaan berbeda setelah ia makan sendiri.


4. Berikan multivitamin untuk meningkatkan selera makan



Jika cara di atas belum juga bisa meningkatkan selera makan anak, ada baiknya Anda memberi si kecil multivitamin atau minyak ikan untuk meningkatkan selera makannya. Tetapi ingat Anda harus konsultasi terlebih dahulu kepada Dokter atau Bidan agar terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Intinya Anda harus selalu memperhatikan pola makan anak, agar ia mendapatkan cukup nutrisi untuk pertumbuhannya. Jika ada kritik dan saran, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar.

26 September 2015

10 Cara Mencegah Ketergantungan Obat Pada Anak Anda

Hampir setiap minggu sekarang, kita mendengar berita kematian terhadap remaja yang disebabkan karena overdosis. Kita tahu secara pribadi rasa sakit akan kecanduan obat-obatan. Ketergantungan adalah penyakit berdasarkan kelainan biokimia, dan itu harus diperlakukan sebagai penyakit, bukan kejahatan. Epidemi adalah kombinasi dari kelainan biokimia, potensi obat yang tersedia, keharmonisan keluarga dan kurangnya pendidikan.

Pencegahan jauh lebih mudah daripada mengobati kecanduan. Menunggu untuk mendidik anak Anda tentang obat sampai mereka berusia 13 atau 14 tahun sungguh terlambat. Dalam pengalaman kami, banyak remaja kecanduan mulai menggunakan alkohol pada usia 9 atau 10, kemudian memakai obat yang lebih manjur. 

Mengajar anak-anak untuk benar-benar takut mengambil obat, selain untuk kesehatan, dengan izin dari orangtua, perlu mulai berumur 5 atau 6 tahun. Tetap sederhana untuk anak-anak muda, tapi serius. Membungkuk dan melihat ke dalam mata mereka ketika Anda berarti bisnis. Anda mungkin berkata, "Jangan pernah mengambil pil atau apapun obat dari siapa pun, bahkan tidak teman, tidak peduli apa yang mereka katakan. Anda bisa menjadi kecanduan! Kau bisa mati!" Apakah anak tahu apa artinya? Mungkin tidak, tapi mereka tahu nada suara Anda dan energi kata-kata Anda. Karena mereka menganggap anda lebih tua, Anda dapat mendiskusikannya lebih luas.

Kami merekomendasikan 10 tips berikut untuk mencegah kecanduan narkoba pada anak Anda:


1. Jadilah pendukung.


Hal ini terutama berlaku sebelum anak memiliki masalah. Cobalah untuk mendukung segala sesuatu yang positif di kelas-kehidupan yang baik pada anak Anda, menjadi besar pada olahraga atau hobi, membantu teman atau saudara-pastikan mereka tahu Anda melihat positif! Ini memperkuat konsep perilaku positif yang mengarah ke penguatan positif. Jangan mengandalkan guru, teman atau orang lain untuk mendukung perilaku yang baik anak Anda. Jika anak Anda menjadi kecanduan, akan mendukung pengobatan; mereka akan bekerja keras untuk hal itu. Pastikan anak Anda tahu Anda akan berada di sana ketenangan bermanfaat. Tidak memungkinkan! Simpan imbalan seperti ponsel, pakaian, dll, sampai mereka benar-benar diterima.

2. Beri hukuman pada setiap tindakan negatif anak anda.


Ini adalah orang tua yang membantu membangun rasa benar dan salah dalam otak anak karena mereka adalah figur otoritas yang paling penting bagi anak-anak. Orangtua meminta kami semua waktu apa yang akan kita lakukan jika anak kita bertindak keluar. Jawaban kami adalah-apa yang akan orang tua Anda lakukan? Itu bergema ketika mereka menyadari bahwa mereka kurang ketat dari orang tua mereka. Perlu diingat bahwa menjadi ketat tidak sama sebagai "berarti."

3. tes acak obat jika Anda memiliki salah kecurigaan penggunaan narkoba.


Ini tidak berarti tes narkoba pada anak kecanduan! Tapi itu kesalahan besar untuk menganggap bahwa anak Anda "tidak pernah" terlibat dengan obat-obatan, atau mereka "terlalu muda." Tes obat dapat dibeli di apotek diskon untuk biaya yang relatif kecil. Jelaskan kepada anak Anda bahwa Anda melakukan ini untuk kesejahteraan mereka, dan Anda semua akan merasa lebih baik jika ia datang kembali negatif. Jika mereka mengatakan obat yang menguji mereka berarti Anda tidak mempercayai mereka, balasan Anda harus percaya bahwa diperoleh! Lebih baik aman daripada menyesal, kan? Banyak remaja awalnya protes, tetapi jika mereka menyadari bahwa pengujian obat adalah cara itu akan menjadi, mereka mungkin akan bekerja sama. Sebuah tes adalah cara yang baik untuk menangkap kecanduan pada tahap awal; juga dapat mencegahnya.

4. Mendidik diri sendiri tentang tanda-tanda kecanduan narkoba.


Pastikan setiap perilaku yang tidak biasa pada anak Anda memiliki penjelasan. Anda adalah pengamat terbaik dari perilaku yang tidak biasa, tidak sekolah, tidak dokter dan tidak figur otoritas lain. Jika Anda tidak yakin apakah sesuatu adalah tanda kecanduan, melakukan tes narkoba.

5. Jadilah terlibat dalam kehidupan anak Anda.


Terlibat dalam olahraga mereka, hobi mereka, kepentingan mereka dan di sekolah. Reward perilaku yang baik, dan mengajarkan konsekuensi dari perilaku buruk. Mempercayai kami, itu jauh lebih menyenangkan untuk terlibat dalam olahraga dan hobi daripada terlibat dalam kunjungan pengacara, tanggal pengadilan dan konseling.

6. Jangan menganggap itu tidak bisa terjadi pada keluarga Anda.


Kecanduan tidak mendiskriminasi, itu melintasi semua tingkat sosial dan ekonomi, ras dan agama, dan bisa terjadi di setiap keluarga. Karena masalah mendasar adalah dalam banyak kasus biokimia, dapat terjadi pada siapa saja. Percaya itu tidak mungkin terjadi dalam keluarga Anda bisa menjadi kesalahan terbesar Anda.

7. Jadilah orangtua terbaik yang Anda bisa.


Kita tidak sempurna, tapi orangtua yang baik adalah tanpa pamrih. Ini adalah keseimbangan penghargaan perilaku yang baik, mengajarkan konsekuensi dari perilaku buruk dan terlibat dalam kehidupan anak Anda. Menjadi overprotective, terlalu menghukum, terlalu permisif atau tidak hanya dapat meningkatkan kemungkinan seorang remaja yang rentan terhadap kecanduan (karena masalah biokimia yang mungkin sudah ada) menjadi kecanduan.

8. Jauhkan mata Anda terbuka untuk tanda-tanda penganiayaan oleh teman-teman atau kerabat.


Anak dilecehkan memiliki risiko lebih tinggi dari kecanduan. Jika anak Anda bertindak aneh di sekitar keluarga atau teman atau tampaknya tidak ingin berada di sekitar mereka, ini bisa menjadi tanda bahaya. Pelaku biasanya mengancam jika keheningan rusak, sehingga anak-anak tidak akan memberitahu Anda. Itulah mengapa penting untuk memperhatikan bagaimana anak-anak bereaksi orang di sekitar tertentu. Penyalahgunaan tidak mendiskriminasi baik dan meresap dalam masyarakat kita di semua tingkatan.

9. Membangun harga diri pada anak Anda.


Rendah diri dan kecenderungan biokimia untuk kecanduan adalah kombinasi mematikan. Masalah harga diri yang meresap pada remaja kecanduan dan perlu diobati dengan konseling. Seperti saya katakan sebelumnya, terlibat dalam kehidupan mereka dan menghargai perilaku yang baik. Kami tidak semua lahir tampan, pintar atau dengan tubuh yang sempurna. Beberapa dari kita memiliki masalah emosional dan tidak memiliki keterampilan sosial. Terserah kita sebagai orang tua untuk menemukan yang baik pada anak-anak kita dan membangun di atasnya. Setiap orang memiliki sifat-sifat positif, dan terserah kepada kita untuk membawa keluar yang terbaik.

10. pernah mengambil obat dengan anak Anda.


Anak Anda tidak harus menjadi teman Anda dengan cara yang sama Anda berteman dengan orang dewasa lainnya. Memang benar bahwa kadang-kadang seorang anak bisa seperti teman, tapi remaja mungkin menemukan ini membingungkan. Mereka mungkin percaya bahwa mereka harus dapat melakukan apapun yang Anda lakukan, tapi rasa hormat Anda pada baris! Jika mereka menjadi kecanduan, mereka akan cenderung memiliki masalah kemarahan dan rasa bersalah dan bisa menyalahkan Anda untuk menjadi bagian dari kecanduan mereka. Anda, di sisi lain, pasti akan memiliki masalah bersalah dan akan menyalahkan diri sendiri untuk bagian dari kecanduan mereka. Kami belum melihat anak yang melakukan obat dengan orang tua yang dalam jangka panjang pikir itu adalah pengalaman yang positif.